,

Mengenal Microgreens : Sayuran Mungil Kaya Nutrisi

Apa Itu MICROGREENS?

 

Microgreens adalah sayuran yang dipanen pada usia yang sangat belia, berkisar 7-14 hari setelah semai. Pada dasarnya benih mengandung semua nutrisi, vitamin dan mineral yang dibutuhkannya untuk tumbuh, melindungi diri agar tetap tejaga dan kuat sampai proses perkecambahan dimulai. Saat benih disemai maka tunas akan muncul. Tunas merupakan awal dari kehidupan sebuah benih. Tanaman mulai menggunakan semua nutrisi yang disimpan di dalam benih untuk mulai membentuk batang, akar dan daun pertama. Enzim- enzim yang ada di dalam benih mulai aktif bekerja.

Proses ini tidak terlihat oleh kita karena kebanyakan benih disemai di dalam tanah atau media tanam. Benih yang baru tumbuh ini dinamakan kecambah ( sprouts ) yang sangat kaya akan nutrisi , sumber terbaik dari enzim, tinggi protein, mudah untuk dicerna dan baik untuk penurunan berat badan karena kaya akan serat dan rendah kalori. Untuk konsumsi kecambah )sprouts biasanya digunakan container atau di dalam botol supaya lebih steril.

Dan bila kita membiarkan kecambah terus tumbuh di tanah / media tanam maka batang akan tumbuh semakin tinggi, akar yang memanjang dan mucul daun. Kecambah akan membutuhkan sinar untuk proses ini hingga terbentuk dua buah daun pertama yang sering disebut daun kotiledon, dan selanjutnya akan tumbuh daun sejati. Microgreens umumnya dipanen pada saat daun sejati ini terbentuk.

Jadi Microgreens berbeda dengan kecambah, karena microgreens telah memiliki daun dan lebih menyerupai sayuran. Hanya saja sayuran ini masih tergolong muda saat dipanen. Microgreens dipercaya mengandung sumber vitamin, mineral, betakaroten lebih tinggi daripada sayuran itu sendiri pada waktu dewasa. Daun tumbuhan yang baru tumbuh ini masih kaya akan minyak nabati dan protein. Pada tanaman yang sudah dewasa minyak nabati dan protein ini sudah habis dipakai sewaktu tanaman masih muda.

Mengapa Memilih Sayuran Microgreens?

Mungkin bagi sebagian pembaca masih asing mendengar kata “Sayuran Microgreens”, Microgreens ini memang termasuk sayuran baru yang dipopulerkan tahun 1997. Mungkin sudah ada yang membaca postingan saya sebelumnya “ Mengenal Microgreens – Apa itu Microgreens” . Microgreens adalah bibit muda dari tumbuh-tumbuhan , sayuran , kacang-kacangan , dan biji-bijian yang dipanen pada usia yang sangat belia, berkisar 7-14 hari setelah semai. Microgreens dipercaya mengandung sumber vitamin, mineral, betakaroten lebih tinggi daripada sayuran itu sendiri pada waktu dewasa. Daun tumbuhan yang baru tumbuh ini masih kaya akan minyak nabati dan protein. Pada tanaman yang sudah dewasa minyak nabati dan protein ini sudah habis dipakai sewaktu tanaman masih muda.

Beberapa ahli gizi makanan dan petani sayuran microgreens bersemangat untuk meneliti gizi dari sayuran microgreens. Sayuran microgreens hanya memiliki daun dan batang yang sangat kecil dan tergolong sangat baru di dalam menu makanan mereka dan mereka benar-benar tidak tahu nilai gizi yang di kandung di dalamnya. Sampai penelitian lebih lanjut dilakukan untuk mengetahui jumlah Phytonutrients dan klorofil di dalamnya.

Klorofil yang membuat tumbuhan berwarna hijau. Ketika terkena matahari kecambah membentuk klorofil, dan menjadi hijau sehingga jadilah sayuran microgreens. Klorofil adalah panel surya ajaib yang memanfaatkan energi matahari dan mengubahnya menjadi materi tanaman . Sebagai nutrisi itu sendiri , klorofil memiliki sifat antiseptik dan anti inflamasi , dan antibodi dan dapat menyembuhkan beberapa jenis anemia . kehadirannya membantu tanaman untuk memproduksi gula, pati, serat tanaman, vitamin , mineral, dan Phytonutrients.

Phytochemicals, atau disebut juga Phytonutrients, adalah zat-zat dalam tumbuhan yang membawa kesehatan , mencegah penyakit , dan kemungkinan bahkan membantu menyembuhkan penyakit kanker. Tanaman menghasilkan Phytochemicals untuk melindungi diri terhadap serangga , penyakit , dan ancaman lain dari dunia yang keras dalam sepetak kecil hidup mereka di tanah. Berkat kemurahan alam semesta, tanaman berbagi manfaat Phytonutrients mereka bahkan dengan hewan yang memakannya , termasuk dengan kita.

Phytonutrients ditemukan di semua tanaman yang kita makan , dan terutama bila kita memakannya utuh dan mentah . Di antara buah-buahan, paling banyak terdapat pada buah berri dan ceri . Di antara sayuran , paling banyak terdapat di jenis sayuran “brassica” , yakni keluarga besar brokoli , kubis , dan kale .

Popularitas sayuran microgreens mulai muncul saat beberapa restoran ternama di Eropa, Inggris dan Amerika menyajikannya dalam menu mereka, terutama untuk garnishing, dibuat salad, dan di jus. . Konsumsi sayuran microgreens sendiri disukai karena mempunyai cita rasa khas yang tidak terdapat pada sayuran dewasa tanaman itu sendiri. Sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Journal of Agricultural and Food Chemistry menunjukkan bahwa sayuran microgreens memiliki asupan nutrisi dan vitamin yang lebih banyak dibandingkan dengan sayuran dewasa. . Para peneliti tertarik untuk mengembangkan penelitian tentang manfaat sayur microgreens secara lebih lanjut.

Mereka meneliti 25 jenis sayur microgreens dan mengamati jumlah phytochemicals, nama zat dalam sayuran, termasuk beberapa tanaman herbal seperti coriander, celery dan chia. Hasilnya semua jenis-jenis microgreens ditengarai memiliki lebih banyak mengandung vitamin dan karotenoid dibanding sayuran yang dipanen sewaktu dewasa.

Hampir semua jenis sayur microgreens mengandung empat sampai enam kali lebih banyak zat gizi yang menguntungkan, seperti vitamin C, vitamin E dan betakaroten. Tiap jenis microgreens memiliki kelebihan zat gizi berbeda satu sama lain.

Sebagai contoh, microgreens kubis merah mengandung paling banyak vitamin C. Di sisi lain, microgreens lobak hijau memiliki kandungan vitamin E yang paling banyak.

Poin terpenting pada sayuran microgreens, yaitu sayuran microgreens tidak memerlukan pupuk kimia, dan biji yang digunakan harus biji yang bebas dari perlakuan pestisida. Microgreens juga ditanam di media yang steril dari bakteri E.Coli, bisa menggunakan tanah yang sudah steril, rockwool, perlite, dan vermiculite.

Material Yang Dibutuhkan Untuk Menanam Microgreens:

  • Benih microgreens (diusahakan organik dan bebas pestisida).
  • Media tanam yang steril, dapat berupa tanah, perlite, vermiculite, cocopeatrockwool, atau media tanam campuran yang dapat dibeli di toko-toko pertanian.
  • Wadah untuk menanam microgreens, berupa kotak container khusus menanam microgreens atau dapat menggunakan baki plastic, tray, dan sejenisnya.
  • Botol sprayer.
  • Kertas label.

Langkah-Langkah Kerja Microgreen:

  1. Siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan.
  2. Apabila hendak menanam benih-benih yang berukuran besar (ryegrass, kacang hijau, bunga matahari, dll), sebaiknya direndam terlebih dahulu di dalam air hangat semalaman. Sedangkan untuk benih-benih yang berukuran kecil tidak perlu direndam.
  3. Jika Anda menggunakan wadah yang berlubang-lubang dan media tanam yang remah, permukaan wadah tersebut dialasi dulu dengan kain bersih.
  4. Isi tray dengan media tanam dengan ketinggian 2-3 cm. Semprot media tanam dengan air menggunakan botol sprayer hingga dirasa cukup lembab, kemudian ratakan media tanam di seluruh permukaan tray agar ketinggiannya sama.
  5. Sebarkan benih secara merata pada media tanam tersebut dengan memerhatikan jenis sayuran yang ditanam yang akan menentukan kepadatan microgreens nantinya. Beri label berisikan nama benih dan tanggal semai pada tray.
    Benih microgreens dengan rockwool / instagram.com/hidroponikcantik
  6. Semprotkan air pada media secara perlahan agar tidak terlalu basah/becek.
  7. Letakkan tray yang sudah ditanam benih di area sedikit cahaya matahari, jangan diletakkan langsung di bawah matahari. Untuk 2-3 hari pertama, tray semai ditutup menggunakan kain untuk mempercepat perkecambahan.
  8. Semprot media dan benih pada wadah secara teratur 2-3 kali tiap hari untuk menjaga kelembapan media.
  9. Setelah 2-3 hari, kain dapat dibuka dan semprot secara teratur agar benih dapat tumbuh baik.
    TipsAnda dapat menambahkan larutan rumput laut ke dalam botol air untuk disemprotkan ke kecambah setiap hari untuk memperkaya cita rasa dan kandungan gizi microgreens. Apabila Anda menggunakan media tanam hidroponik, larutkan nutrisi khusus hidroponik atau AB mix pada air yang digunakan untuk menyemprot tanaman.

    Benih microgreens yang telah berkecambah / instagram.com/hidroponikcantik
  10. Apabila microgreens telah berkecambah penuh, semai dapat dipindahkan ke area yang terkena matahari namun tetap ternaungi dan cukup teduh.
    Microgreens yang telah tumbuh dan daunnya belum terbuka penuh / instagram.com/hidroponikcantik
  11. Rawat microgreens setiap hari dengan rutin menyemprot microgreens hingga tumbuh mencapai ketinggian 3-10 cm, tergantung jenis microgreens yang disemai.
  12. Tanaman microgreens yang terawat dengan baik dapat dipanen setelah 2-4 minggu, tergantung jenis dan lingkungan tempat tumbuh. Panen microgreens dengan menggunakan gunting yang bersih dan tajam, gunting dari pangkal dekat media tanam, kemudian microgreens dapat ditampung pada wadah yang bersih.
    Microgreens yang siap dipanen pada hari ke-10 
  13. Hasil panen kemudian dicuci menggunakan air bersih dan ditiriskan. Microgreens siap dikonsumsi maupun diolah menjadi makanan.